![]() |
| Satgas BBM saat melakukan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi |
PAYAKUMBUH, senandungkabar.com — Distribusi BBM bersubsidi di Kota Payakumbuh kembali menjadi sorotan. Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan Pengawasan Pendistribusian BBM dan LPG 3 Kilogram menemukan pola pengisian BBM berulang oleh kendaraan yang sama saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU, Rabu (7/10/2026).
Temuan tersebut memunculkan tanda tanya. Pasalnya, ada kendaraan yang terpantau rutin datang dan mengisi BBM hampir setiap hari. Meski volume pengisian disebut masih berada dalam batas kuota harian, frekuensi pengisian yang berulang dinilai tidak lazim dan perlu ditelusuri lebih jauh.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh, A. Arifianto, mengatakan pola tersebut menjadi salah satu perhatian utama Satgas dalam mengawal penyaluran BBM agar benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
"Volume pengisian kendaraan memang tidak melebihi batas kuota harian yang ditetapkan. Namun, frekuensi pengisian setiap hari ini perlu menjadi perhatian karena dinilai tidak wajar," kata Arifianto.
Menurutnya, persoalan bukan semata-mata terletak pada jumlah liter yang dibeli, tetapi juga pada pola pengisian yang dilakukan secara terus-menerus.
Jika sebuah kendaraan telah mengisi hingga tangkinya penuh, kata Arifianto, secara normal kendaraan tersebut tidak semestinya kembali mengisi BBM setiap hari dengan pola yang sama.
"Kalau tangki kendaraan sudah penuh, secara normal tidak setiap hari kembali mengisi. Pola seperti ini yang perlu kami awasi," ujarnya.
Sidak tersebut dilakukan Satgas yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Payakumbuh, DPRD, Polres Payakumbuh, Kodim 0306/50 Kota, Kejaksaan Negeri Payakumbuh hingga Pengadilan Negeri Payakumbuh.
Kehadiran tim gabungan ini menjadi bagian dari upaya memperketat pengawasan terhadap pendistribusian BBM, khususnya Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP).
Di tengah temuan tersebut, Satgas memastikan kondisi stok BBM di Payakumbuh masih aman. Tidak ditemukan persoalan kuota yang menyebabkan pasokan BBM untuk masyarakat terganggu.
Namun, persoalan antrean panjang tetap menjadi perhatian. Pengelola SPBU diminta tidak hanya memastikan ketersediaan BBM, tetapi juga memperbaiki tata kelola antrean agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"SPBU kami minta menindaklanjuti sistem pengaturan antrean dan memastikan petugas yang mengatur antrean tersedia, sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih tertib," tegas Arifianto.
Satgas juga meminta pengelola SPBU lebih peka terhadap pola-pola pengisian yang dianggap tidak normal. Pengawasan di lapangan dinilai harus diperkuat untuk mencegah celah penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Sorotan lain dalam sidak tersebut berkaitan dengan laporan masyarakat mengenai material menyerupai semen yang ditemukan di dalam tangki BBM. Isu itu sebelumnya sempat mengundang keresahan warga Payakumbuh.
Arifianto mengatakan pihak SPBU telah menyatakan kesediaannya menerima laporan masyarakat dan meneruskannya kepada Pertamina untuk dilakukan pemeriksaan.
"Laporan mengenai semen dalam BBM sudah ada di Payakumbuh. Pihak SPBU siap menerima pengaduan dan meneruskannya kepada Pertamina untuk dilakukan pengecekan serta klarifikasi," ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu ditangani melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang untuk memastikan apa sebenarnya material yang ditemukan dan bagaimana material tersebut bisa berada di dalam tangki BBM.
Satgas memastikan pengawasan tidak berhenti pada sidak. Setiap laporan masyarakat maupun temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan distribusi energi bersubsidi tidak disalahgunakan.
" Kami akan terus melakukan pengawasan, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat maupun temuan di lapangan," pungkasnya.
