-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Puluhan Siswa MTsN Pauh Pariaman Mengeluh Mual dan Muntah Usai Santap MBG

Selasa, 15 September 2026 | September 15, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-15T05:38:38Z

 

Mobil ambulance langsung membawa siswa yang keracunan untuk mendapatkan penanganan medis


PARIAMAN, senandungkabar.com — Puluhan siswa MTsN Pauh, Kota Pariaman, dilaporkan mengalami keluhan mual dan muntah setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (15/9/2026).


Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya 79 siswa telah mengalami keluhan dan sebagian di antaranya langsung mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan RS Sadikin.


Kondisi tersebut sontak membuat suasana di lingkungan sekolah menjadi perhatian. Para siswa yang mengalami gejala kemudian diperiksa untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sekaligus mengetahui penyebab keluhan yang dialami.


Dari informasi warga dan saksi di lapangan, menu MBG yang dikonsumsi para siswa salah satunya berupa ayam lada hitam. Warga menyebut makanan tersebut diduga sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi.


“Informasi sementara dari warga, menunya ayam lada hitam. Katanya ayamnya sudah berbau atau diduga tidak bagus,” ujar seorang warga.


Namun, informasi mengenai kondisi makanan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penelusuran pihak berwenang. Belum dapat dipastikan apakah keluhan para siswa benar-benar disebabkan oleh makanan MBG tersebut.


Menariknya, dugaan kejadian ini disebut hanya terjadi di MTsN Pauh. Sementara itu, sejumlah sekolah lain yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama dilaporkan sejauh ini tidak mengalami kejadian serupa.


“Kenapa hanya MTsN Pauh yang terkena, sementara sekolah lain tidak apa-apa? Itu yang sekarang sedang diselidiki,” kata warga.


Pihak terkait kini diharapkan segera melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dibagikan, termasuk mengambil sampel untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada para siswa.


Selain itu, kondisi kesehatan siswa yang mengalami mual dan muntah juga menjadi prioritas agar segera mendapatkan penanganan medis apabila diperlukan.


Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Jumlah siswa yang mengalami keluhan juga masih dapat berubah seiring pendataan dan pemeriksaan lanjutan di lapangan.