-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Rumah Cetak Pitih Lengayang Mulai Dikaji untuk Pemugaran, Pemkab Pessel Siapkan Langkah Pelestarian

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-23T08:20:36Z

 

Bangunan cagar budaya pernah menjadi tempat percetakan uang

PESISIR SELATAN, senandungkabar.com — Rumah Cetak Pitih Lengayang di Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang mulai dikaji untuk dilakukan pemugaran oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Bangunan bersejarah yang pernah menjadi lokasi pencetakan uang perjuangan pada masa revolusi itu dinilai sebagai salah satu warisan penting yang harus tetap dijaga keberadaannya.


Kajian awal dilakukan melalui peninjauan langsung kondisi bangunan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, N. Riswandi, Sabtu (24/5/2026). Peninjauan tersebut bertujuan melihat kondisi terkini bangunan sekaligus menginventarisasi kebutuhan pemugaran.


Dalam kunjungan itu, N. Riswandi didampingi Inspektur Reva Fauza Dt. Tigo Lareh, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Adril Yesmen, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wendi Sikumbang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Marzan, serta Wali Nagari Kambang Timur Afriyalmi, S.Pd.I bersama unsur masyarakat setempat.


Rumah Cetak Pitih Lengayang yang menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa tersebut saat ini terlihat mengalami kerusakan di sejumlah bagian bangunan. Kondisi fisik yang terus menua membuat bangunan membutuhkan perhatian dan penanganan serius agar tidak semakin rusak.


Rumah Cetak Pitih Lengayang diketahui pernah dipugar pada tahun 2006. Namun seiring bertambahnya usia bangunan dan pengaruh cuaca, beberapa bagian kembali mengalami kerusakan sehingga diperlukan langkah pemeliharaan lanjutan.


N. Riswandi mengatakan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang menginginkan Rumah Cetak Pitih Lengayang tetap terawat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.


“Bapak Bupati meminta agar dilakukan langkah-langkah tindak lanjut sehingga rumah bersejarah ini tetap terpelihara dengan baik. Selain memiliki nilai sejarah tinggi, bangunan ini juga menjadi bagian penting perjalanan perjuangan bangsa di daerah ini,” ujarnya.


Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis terkait bentuk penanganan yang diperlukan, termasuk kebutuhan anggaran dan mekanisme pelestarian sesuai ketentuan bangunan cagar budaya.


Masyarakat setempat berharap pemugaran Rumah Cetak Pitih Lengayang dapat segera direalisasikan. Selain menjaga keberadaan situs sejarah, bangunan tersebut dinilai berpotensi menjadi sarana edukasi sejarah bagi pelajar dan generasi muda.


Rumah Cetak Pitih Lengayang selama ini dikenal sebagai salah satu bukti penting sejarah perjuangan di Pesisir Selatan. Dengan adanya rencana pemugaran, nilai-nilai perjuangan yang tersimpan di dalamnya diharapkan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

×
Berita Terbaru Update