-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rekayasa Lalin Baru di Batusangkar Mulai 19 April, Solusi Macet Sekaligus Dongkrak Ekonomi Warga

Kamis, 16 April 2026 | April 16, 2026 WIB | Last Updated 2026-04-16T13:01:57Z

 

Peta rekayasa lalu lintas kawasan Batusangkar 

TANAH DATAR, senandungkabar.com – Kabar penting bagi masyarakat Tanah Datar. Mulai Minggu, 19 April 2026, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin) baru di kawasan Kota Batusangkar. Langkah ini bukan sekadar mengurai kemacetan, tapi juga diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi di pusat kota.


Kepala Dinas Perhubungan Tanah Datar, Sofyan Ali Zumara, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kondisi nyata di lapangan. Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jati, terutama saat jam sibuk, diperparah oleh aktivitas pedagang yang memanfaatkan badan jalan.


“Ini bukan keputusan tiba-tiba. Kami sudah melakukan kajian, dan rekayasa ini menjadi langkah terbaik agar lalu lintas lebih tertib dan lancar,” ungkapnya.


Tak hanya itu, Dishub juga telah menyiapkan rambu-rambu lalu lintas di berbagai titik agar masyarakat lebih mudah menyesuaikan diri dengan pola baru ini.


Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa penerapan aturan harus dilakukan dengan cara yang bijak dan mengedepankan pendekatan persuasif.


“Kita ingin masyarakat paham dulu. Sosialisasi harus terus dilakukan. Jangan langsung menindak, karena perubahan itu butuh proses,” pesannya.


Di balik kemacetan yang selama ini dikeluhkan, Bupati Eka justru melihat peluang. Menurutnya, tingginya aktivitas lalu lintas menjadi tanda geliat ekonomi masyarakat yang semakin meningkat.


Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi ini tetap harus ditata agar memberi manfaat lebih luas, terutama bagi sektor pariwisata dan perdagangan. Dengan rekayasa lalin ini, diharapkan pengunjung yang datang tidak hanya melintas, tetapi juga singgah ke pusat kota dan pasar.


Kawasan seperti Lapangan Cindua Mato pun diharapkan menjadi titik persinggahan favorit, sehingga wisatawan punya waktu untuk berbelanja dan menikmati suasana kota.


Bupati juga menyoroti pentingnya peran pedagang dalam menjaga kenyamanan pengunjung, terutama terkait harga. Ia berharap para pedagang bisa menerapkan harga yang wajar agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali.


Selain itu, penataan parkir dan akses bagi kendaraan wisata seperti travel akan diperbaiki. Tujuannya jelas: memberi ruang bagi pengunjung untuk berhenti dan berbelanja produk UMKM serta hasil pertanian lokal.


“Kalau pengunjung mudah berhenti, ekonomi masyarakat pasti ikut bergerak,” ujarnya optimis.


Pengawasan pun akan diperketat, termasuk di akhir pekan dan di luar jam kerja. Pemerintah daerah juga akan menggandeng pihak kepolisian agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar dan tertib.


Dengan langkah ini, Pemkab Tanah Datar berharap Batusangkar tidak hanya bebas macet, tetapi juga semakin hidup sebagai pusat ekonomi dan destinasi wisata yang nyaman dikunjungi.

×
Berita Terbaru Update