Viral! Konsumen Keluhkan Dugaan BBM Tak Sesuai Takaran di SPBU Khatib Sulaiman Padang

 

Manajemen SPBU saat meminta maaf

PADANG, senandungkabar.com – Sebuah video keluhan konsumen terkait dugaan ketidaksesuaian takaran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 14.251583 Khatib Sulaiman, Kota Padang, mendadak viral di media sosial.


Dalam video yang beredar, seorang konsumen bernama Indah mengaku mengalami kejanggalan usai mengisi BBM di SPBU tersebut pada Rabu (25/3). Ia merasa jumlah BBM yang masuk ke tangki mobilnya tidak sesuai dengan nominal pembayaran.


Indah menjelaskan, saat itu kondisi tangki mobilnya hampir kosong sebelum melakukan pengisian di SPBU kawasan sekitar Lamun Ombak. Namun setelah pengisian selesai, ia justru mendapati hasil yang tidak sesuai perkiraan.


Baca Juga : Dari Rantau ke Puncak Sukses! Kisah Inspiratif Haji Andri dan PO Al Hijrah yang Mengguncang Dunia Transportasi


Baca Juga : Anggota DPR RI Zigo Rolanda Turun Langsung Awasi Jalan Strategis Sumbar, Peringatkan Dampak Lonjakan Harga Jika Terputus


“Seharusnya terisi lebih banyak, tapi ini terasa janggal,” ungkapnya dalam video yang kini ramai diperbincangkan warganet.


Kejadian ini pun memicu kecurigaan adanya praktik yang tidak sesuai dengan standar pelayanan di SPBU tersebut.


Manajemen SPBU Minta Maaf dan Siap Ganti Rugi


Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Operasional SPBU 14.251583 Khatib Sulaiman, Asrul, langsung angkat bicara.


Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya konsumen yang merasa dirugikan. Asrul menegaskan pihak manajemen bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.


“Kami memohon maaf kepada masyarakat dan juga kepada pihak Pertamina. Kami pastikan oknum operator yang terlibat akan ditindak tegas sesuai aturan perusahaan,” tegasnya.


SPBU Siap Kembalikan Uang Konsumen


Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPBU berkomitmen untuk mengembalikan uang kepada konsumen yang dirugikan akibat dugaan ketidaksesuaian takaran BBM.


Selain itu, manajemen juga akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh guna memastikan standar pelayanan “Pasti Pas” kembali berjalan optimal.


Evaluasi Internal Dilakukan, Cegah Kejadian Terulang


Pihak pengelola menegaskan akan memperketat pengawasan dan melakukan pembenahan sistem operasional agar kejadian serupa tidak terulang.


Baca Juga : 520 Ribu Liter Air Mengalir di Tengah Kemarau, BAZNAS Kota Padang Hadirkan Harapan untuk Warga


Baca Juga : Krisis Air Bersih Meluas di Padang, Wali Kota Fadly Amran Ambil Alih Komando Distribusi


Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

Lebih baru Lebih lama