![]() |
| Gambar ilustrasi |
PADANG, senandungkabar.com – Pemerintah Kota Padang memberi peringatan keras kepada para pedagang kuliner di kawasan wisata. Pelaku usaha yang nekat melakukan praktik “pakuak” atau menaikkan harga makanan secara tidak wajar saat momentum libur Idul Fitri 1447 H terancam sanksi berat, mulai dari tindakan administratif hingga pidana.
Langkah tegas ini disiapkan Pemko Padang untuk melindungi wisatawan dan pemudik yang memadati destinasi wisata selama musim libur Lebaran. Pemerintah tidak ingin citra pariwisata Kota Padang tercoreng akibat ulah segelintir pedagang yang memanfaatkan momen ramai pengunjung.
Baca Juga : Fly Over Sitinjau Lauik Dikebut, Pemko Padang Fokus Kawal Pembebasan Lahan
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Sani, mengatakan pihaknya segera menerbitkan edaran wali kota yang mewajibkan seluruh pelaku usaha kuliner menampilkan daftar menu beserta harga secara jelas.
“Dengan edaran itu, ada ancaman hukuman, baik administratif maupun pidana. Jadi, jangan sampai ada pelaku usaha yang semena-mena terhadap harga,” tegas Yudi, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, praktik “pakuak” merupakan istilah lokal dalam bahasa Minang yang merujuk pada pedagang yang mematok harga makanan atau minuman jauh di atas harga normal, biasanya kepada pengunjung dari luar daerah tanpa adanya kejelasan daftar harga.
Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga bisa merusak reputasi pariwisata Kota Padang yang selama ini dikenal ramah bagi wisatawan.
Karena itu, Yudi mengingatkan para pelaku usaha agar menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang datang menikmati libur Lebaran di Kota Padang.
“Masyarakat harus diberikan menu dengan harga yang sesuai dengan apa yang disajikan. Kami berharap tidak ada lagi praktik-praktik seperti itu,” ujarnya.
Baca Juga : Kisah Menggetarkan dari Padang: Syeckh Muhammad Alif Tempuh Haji dengan Berjalan Kaki
Baca Juga : Pemko Padang Segera Tetapkan Zona Merah Daerah Aliran Sungai
Selain itu, Pemko Padang juga mengimbau wisatawan agar menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu menanyakan menu dan harga sebelum memesan makanan atau minuman di tempat makan.
“Silakan datang ke Kota Padang, kami akan melayani wisatawan dengan baik. Namun kami juga mengimbau wisatawan untuk bertanya dulu mengenai menu dan harga supaya tidak terjebak praktik yang tidak baik,” pungkasnya.
