-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tol Bukittinggi-Sicincin Dibahas Bersama Warga, Akses Alternatif Jadi Perhatian

Jumat, 18 September 2026 | September 18, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-18T00:25:06Z

 

Wakil Bupati Agam dan Anggota DPR RI Andree Rosiade saat dialog bersama warga

AGAM, senandungkabar.com — Rencana pembangunan akses jalan tol Bukittinggi-Sicincin kembali dibahas di tengah masyarakat. Kali ini, warga Kecamatan Sungai Pua dan Banuhampu mendapat penjelasan langsung terkait rencana pembangunan akses tol sekaligus jalan alternatif yang akan dikembangkan di kawasan tersebut.


Sosialisasi dan dialog yang diprakarsai Hutama Karya itu menghadirkan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal SE M.Com, Anggota DPR RI Andre Rosiade, serta Direktur Hutama Karya Kontjoro selaku pelaksana kegiatan.


Pertemuan yang dihadiri masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan tersebut berlangsung di Aula Darul Qur'an Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Kamis (17/9/2026).


Kehadiran para pihak dalam forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai arah pembangunan, manfaat infrastruktur, hingga persoalan yang berkaitan dengan akses jalan dan pembebasan lahan.


Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengapresiasi langkah Hutama Karya bersama Andre Rosiade yang turun langsung menemui masyarakat.


Menurutnya, komunikasi terbuka sangat penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui rencana pembangunan, tetapi juga memahami tahapan serta dampak yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung.


“Pemerintah Kabupaten Agam sangat mengapresiasi perhatian dan upaya yang dilakukan untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Mudah-mudahan melalui komunikasi dan dialog seperti ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh,” ujar Muhammad Iqbal.


Ia berharap pembangunan akses tol dan jalan alternatif nantinya tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat di Sungai Pua dan Banuhampu.


Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memberikan kemudahan bagi mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat arus distribusi komoditas dan hasil pertanian dari Kabupaten Agam menuju berbagai daerah.


“Dengan akses yang semakin baik, tentu kita berharap pergerakan ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” ujarnya.


Sementara itu, Anggota DPR RI Andre Rosiade menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat membutuhkan dukungan dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana pembangunan, serta masyarakat.


Ia menyebut pemerintah pusat memiliki komitmen untuk terus mendorong pembangunan Sumatera Barat, termasuk program pembangunan dan pemulihan infrastruktur pascabencana.


Andre menyampaikan, total anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk pembangunan pascabencana di Sumatera Barat mencapai sekitar Rp19 triliun.


“Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah kabupaten dan provinsi, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan di Sumbar bisa didorong lebih cepat,” kata Andre.


Dalam dialog tersebut, keberadaan akses jalan alternatif juga menjadi salah satu perhatian. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan pilihan konektivitas bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas warga di kawasan Sungai Pua dan Banuhampu.


Pembangunan akses tol Bukittinggi-Sicincin sendiri dinilai memiliki arti penting bagi konektivitas wilayah. Selain memangkas waktu tempuh, keberadaan jaringan jalan yang lebih terintegrasi diharapkan dapat memperkuat hubungan antarkawasan dan membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.


Karena itu, komunikasi dengan masyarakat dinilai menjadi bagian penting sebelum tahapan pembangunan berjalan lebih jauh, terutama menyangkut trase, akses masyarakat, serta proses pengadaan atau pembebasan lahan.


Dialog tersebut pun menjadi momentum untuk mempertemukan kepentingan pembangunan dengan aspirasi masyarakat di lapangan, sehingga rencana infrastruktur strategis tersebut dapat dipahami secara lebih terbuka oleh warga yang berada di kawasan terdampak maupun yang nantinya merasakan manfaatnya.