![]() |
| Fadil Ramadan saat menyampaikan permintaan maaf |
PADANG, senandungkabar.com – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat dan sempat berujung ricuh memasuki babak baru. Salah seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Fadhil Ramadhan, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi saat demonstrasi tersebut.
Fadhil mengaku menyesalkan kericuhan yang mewarnai jalannya aksi. Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama sehingga penyampaian aspirasi di masa mendatang dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan kondusif.
Sebelumnya, Fadhil sempat dikabarkan dijemput oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat untuk dimintai klarifikasi terkait aksi demonstrasi yang berakhir chaos tersebut. Proses tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengumpulan keterangan mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi aksi.
Setelah memberikan penjelasan kepada penyidik, Fadhil dipastikan telah diperbolehkan pulang. Tidak ada informasi mengenai penahanan terhadap mahasiswa tersebut setelah proses klarifikasi selesai dilakukan.
Melalui pernyataannya, Fadhil juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kejadian ini sebagai momentum memperkuat komunikasi dan menjaga ketertiban dalam setiap penyampaian aspirasi agar tidak kembali menimbulkan bentrokan maupun kericuhan.
