![]() |
| Evakuasi PKJR yang tewas masuk jurangbdi Sitinjau Lauik |
PADANG, senandungkabar.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur ekstrem Sitinjau Lauik. Seorang PKJR yang bernama Muhammad Fajri (32), meninggal dunia setelah truk tangki bermuatan minyak sawit mentah (CPO) yang dikawalnya terjun ke jurang sedalam sekitar 50 meter di kawasan Pendakian Tunggua Panorama II, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (2/7/2026) malam.
Korban yang merupakan warga Tarantang, Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan itu tewas setelah terjepit di dalam kabin truk saat kendaraan masuk ke dasar jurang. Peristiwa nahas tersebut kembali menambah daftar kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki tanjakan curam dan tikungan tajam.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk tangki Hino bernomor polisi BA 8019 GU yang mengangkut CPO melaju dari arah Padang menuju Solok.
Sesampainya di Pendakian Tunggua, truk tidak mampu menaklukkan tanjakan hingga akhirnya berhenti di tengah jalan. Untuk membantu kendaraan melintasi tanjakan, seorang PKJR bernama Muhammad Fajri mengambil alih pengendalian truk.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Truk justru kehilangan tenaga, bergerak mundur tanpa terkendali, lalu keluar dari badan jalan sebelum terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter.
"Korban Muhammad Fajri terjepit di dalam kendaraan dan meninggal dunia di lokasi kejadian," ujar AKP Riwal.
Berdasarkan keterangan kepolisian, saat kejadian korban berada di balik kemudi, sementara sopir truk berada di sisi penumpang. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk faktor teknis kendaraan dan kondisi jalan saat insiden terjadi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko di jalur Sitinjau Lauik, terutama bagi kendaraan berat yang melintas. Jalur penghubung Kota Padang dan Solok tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan akibat tanjakan terjal, tikungan tajam, serta beban angkutan yang berat.
Aparat mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan mengutamakan keselamatan saat melintasi kawasan Sitinjau Lauik yang dikenal sebagai salah satu jalur paling menantang di Sumatera Barat.
