PADANG, senandungkabar.com – Percepatan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi terus menjadi perhatian berbagai pihak. Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyelesaian proyek strategis nasional tersebut demi memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan jalan tol yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat di Kantor Kejati Sumbar.
Rapat tersebut membahas langkah percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menghambat proyek, mulai dari penyelesaian status lahan hingga penyesuaian trase jalan agar pembangunan dapat berjalan tanpa kendala.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedi Tri Hariadi, mengajak seluruh pemerintah daerah yang wilayahnya dilintasi jalan tol untuk terus bersinergi. Menurutnya, proyek tersebut memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Sumatera Barat.
Ia menegaskan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar seluruh persoalan pertanahan dapat diselesaikan secara tuntas. Badan Pertanahan Nasional bersama jajaran terkait akan memastikan seluruh lahan yang dibutuhkan telah memiliki status hukum yang jelas sehingga proses pembangunan berjalan lancar.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meminta agar proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan dan mengedepankan prinsip ganti untung sehingga tidak memunculkan persoalan hukum maupun sengketa di kemudian hari.
Andre juga mengungkapkan bahwa dua isu utama yang sebelumnya menjadi perhatian kini telah menemukan solusi. Trase jalan tol dipastikan tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih, Kabupaten Agam, sementara desain baru untuk lokasi exit tol di Padang Panjang juga telah disepakati.
Menurutnya, kehadiran Jalan Tol Padang–Pekanbaru akan membuka akses transportasi yang lebih cepat antara Sumatera Barat dan Riau. Dampaknya, distribusi hasil pertanian akan semakin efisien, biaya logistik menurun, serta sektor pariwisata diperkirakan tumbuh karena mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.
Sementara itu, Wali Kota Hendri Arnis menyampaikan bahwa ruas tol yang melintasi Kota Padang Panjang sepanjang sekitar 4,45 kilometer hingga kini tidak menghadapi hambatan berarti. Karena itu, Pemko Padang Panjang siap memberikan dukungan penuh sesuai kewenangannya agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Badan Pertanahan Nasional, dan PT Hutama Karya terus diperkuat hingga proyek selesai. Menurut Hendri, keberadaan jalan tol tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka peluang investasi baru, meningkatkan aktivitas perdagangan, menggerakkan sektor pariwisata, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat secara berkelanjutan.
