![]() |
| Mawardi MZ (86), seorang veteran TNI asal Kota Padang yang berangkat haji |
PADANG, senandungkabar.com – Semangat tak mengenal usia. Itulah yang tergambar dari sosok Mawardi MZ (86), seorang veteran TNI asal Kota Padang yang tahun ini mencatatkan diri sebagai jemaah haji tertua di Sumatera Barat.
Meski telah lanjut usia, kondisi fisiknya masih terlihat prima. Langkahnya tegap, wajahnya tenang—seolah menunjukkan bahwa tekad kuat mampu mengalahkan batas usia. Mawardi berangkat ke Tanah Suci bersama tiga anggota keluarganya: dua anak dan seorang menantu.
“Alhamdulillah, kami berangkat berempat,” ucapnya singkat penuh syukur.
Mawardi merupakan pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Sersan Satu (Sertu). Ia pernah bertugas sebagai Babinsa di Palangki, Kabupaten Sijunjung. Pengabdian panjangnya di dunia militer membentuk karakter disiplin dan daya tahan yang masih ia rasakan hingga sekarang.
Impian berhaji telah ia simpan sejak masa muda. Namun, perjalanan hidup membuatnya harus menunggu hingga usia senja untuk mewujudkannya.
“Dari dulu saya ingin naik haji, sekarang akhirnya tercapai,” tuturnya.
Kehidupan sederhana yang dijalani Mawardi menjadi salah satu kunci kesehatannya. Saat masih aktif sebagai prajurit, ia memilih tinggal di rumah warga agar bisa bertani dan beternak sebagai tambahan penghasilan.
“Dulu gaji TNI kecil, jadi saya bertani dan beternak,” kenangnya.
Kebiasaan hidup mandiri itu terbukti berdampak hingga kini. Di usia 86 tahun, Mawardi mengaku masih sehat tanpa bantuan alat seperti kacamata, bahkan tidak menggunakan handphone.
“Saya masih sehat, hasil pemeriksaan juga baik,” katanya.
Perjalanan haji tahun ini juga diwarnai kisah haru. Mawardi sebenarnya mendaftar sejak 2020, namun keberangkatannya dipercepat karena adanya penggantian kuota. Istri tercintanya yang dijadwalkan berangkat lebih dulu pada 2025 telah wafat pada 2024. Kuota tersebut kemudian digantikan oleh anak bungsunya, Joni Warmansyah.
Bersama Joni, serta anak keduanya Noviati, Mawardi akhirnya berangkat dalam satu keluarga—sebuah momen langka yang penuh makna.
“Ada hikmah di balik semua ini, kami bisa berangkat bersama,” ujar Noviati yang turut mendampingi sang ayah.
Bagi Noviati, kesempatan berhaji kali ini bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada orang tua.
“Ini kesempatan untuk berbakti langsung kepada ayah di Tanah Suci,” ungkapnya.
Keempatnya merupakan jemaah Masjid Babussalam di kawasan Kuranji, Kota Padang. Kini mereka telah berada di Tanah Suci, menjalani ibadah dengan penuh harapan.
Kisah Mawardi MZ menjadi inspirasi bahwa niat dan keteguhan hati mampu mengalahkan keterbatasan usia. Sebuah perjalanan iman yang bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang kesabaran menunggu panggilan-Nya.
