![]() |
| Gubernur Sumbar Mahyeldi |
PADANG, senandungkabar.com — Kasus cekcok yang viral di Pantai Padang menjadi pukulan bagi citra pariwisata Sumbar. Gubernur Mahyeldi Ansharullah langsung meminta penertiban serius terhadap pungli dan aksi premanisme di lokasi wisata.
Sorotan publik terhadap insiden di Pantai Padang memaksa Pemerintah Provinsi Sumbar bersikap tegas. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menilai praktik pungli dan premanisme tak boleh lagi mendapat ruang.
Penegasan ini muncul setelah video cekcok antara wisatawan dan seorang pria yang diduga warga setempat di Pantai Padang viral dan menyita perhatian publik, Senin (27/4/2026).
Mahyeldi menilai, insiden tersebut menjadi peringatan serius bahwa pengelolaan destinasi wisata masih perlu pembenahan, terutama dalam aspek pelayanan dan pengawasan di lapangan.
“Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Kenyamanan dan keamanan pengunjung harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa standar pelayanan (hospitality) harus menjadi prioritas utama. Wisatawan, kata dia, perlu merasakan suasana yang ramah, aman, dan tertib saat berkunjung ke Sumatera Barat.
Selain itu, pengelolaan parkir juga diminta untuk ditata lebih baik agar tidak menimbulkan kesan semrawut maupun membuka celah pungli.
“Parkir harus tertib, jelas, dan berada dalam pengawasan. Ini bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Terkait premanisme, Mahyeldi meminta adanya langkah tegas namun terukur, agar situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan gejolak baru.
“Tidak boleh ada praktik yang meresahkan. Semua harus kita kendalikan dengan baik,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, arahan serupa sebenarnya telah disampaikan menjelang Lebaran. Namun, jika masih terjadi kasus serupa, kepala daerah diminta lebih aktif turun ke lapangan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
“Perlu kehadiran langsung di lapangan agar persoalan bisa cepat diselesaikan,” ujarnya.
Mahyeldi juga menyoroti pentingnya transparansi harga, termasuk tarif parkir dan layanan wisata lainnya, guna menghindari kesalahpahaman dengan pengunjung.
“Semua harus jelas dan terbuka, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Mahyeldi mengajak seluruh kepala daerah menjaga citra pariwisata Sumatera Barat dengan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi setiap pengunjung.
“Pariwisata kita harus menjadi wajah yang ramah. Itu tanggung jawab bersama,” tutupnya.
