![]() |
| Peta kawasan tambak udang |
PADANG PARIAMAN, senandungkabar.com — Seorang anak berusia 5 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam tambak udang di kawasan Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (24/4/2026). Insiden ini kembali menyoroti bahaya tambak udang di wilayah pesisir Sumatera Barat.
Organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Barat bersama Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia Sumbar dan Lembaga Bantuan Hukum Padang mengecam keras pemerintah atas kejadian tersebut.
“Ini bukan peristiwa pertama. Ini bukti nyata pembiaran negara terhadap kejahatan lingkungan dan tata ruang,” tegas mereka dalam pernyataan resmi.
Bukan Kasus Pertama
Sebelumnya, pada 17 Desember 2024, dua anak—Riki (8) dan Cindy (12)—juga meninggal dunia akibat tenggelam di tambak udang di wilayah yang sama. Pada 2022, dua pekerja tambak di Tiku, Kabupaten Agam, turut tewas akibat tersengat listrik.
Rangkaian kejadian ini dinilai menunjukkan pola berulang yang membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak.
Diduga Banyak Tambak Ilegal
WALHI menyebut sebagian besar tambak udang di pesisir Sumatera Barat diduga tidak memiliki izin lengkap dan melanggar tata ruang karena berada di kawasan sempadan pantai.
Ironisnya, banyak lokasi tambak berada di jalur strategis yang mudah terlihat, namun minim penertiban. Sejumlah tambak bahkan terbengkalai tanpa pengamanan, sehingga menjadi “jebakan maut”.
Terbukti Cemari Lingkungan
Berdasarkan uji kualitas air oleh Dinas Lingkungan Hidup Sumbar (2021), aktivitas tambak udang di Tapakis dan Ketaping telah menyebabkan pencemaran. Sejumlah parameter seperti BOD, nitrat, amonia, hingga kekeruhan air melampaui ambang batas.
Empat Tuntutan Tegas
Atas kejadian ini, WALHI, PBHI, dan LBH Padang mendesak:
Gubernur Sumbar dan Bupati Padang Pariaman bertanggung jawab
Penutupan seluruh tambak ilegal
Audit izin dan standar keselamatan tambak
Penegakan hukum tegas tanpa impunitas
Peristiwa ini kembali menjadi alarm serius bahwa persoalan tambak udang di Sumatera Barat bukan sekadar isu lingkungan, tetapi telah mengancam keselamatan jiwa.
