PADANG PANJANG, senandungkabar.com – Banjir bandang kembali menghantam Kota Padang Panjang. Akses utama gerbang perbatasan Padang Panjang–Tanah Datar di kawasan Jembatan Kembar, Silaing Bawah, putus total setelah disapu air bah pada Kamis (27/11/2025) sore. Arus deras yang turun tiba-tiba menghantam jalan, merobohkan struktur jembatan, dan menyeret deretan warung serta rumah warga di sepanjang jalur tersebut.
Kerusakan yang ditimbulkan terbilang parah. Sejumlah warga dilaporkan hilang kontak, termasuk beberapa orang yang saat kejadian diketahui sedang berteduh di warung sebelum bangunan terseret arus.
Evakuasi Terkendala, Tebing Masih Bergerak
Upaya pencarian belum bisa dilakukan secara maksimal. Kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil, dengan tebing yang terus bergerak dan dikhawatirkan memicu longsor susulan. Tim gabungan di lapangan memilih bekerja ekstra hati-hati sambil terus memantau perubahan kondisi.
Baca Juga : Kerugian Bencana di Sumbar Hampir Tembus Rp 5 Miliar, Pemprov Percepat Penanganan
Baca Juga : Atasi Bencana, Dua Alat Berat DPUPR Padang Diturunkan
Pemerintah Kota bersama TNI-Polri, BPBD, Satpol PP Damkar, PMI, dan OPD terkait telah mengerahkan seluruh kekuatan. Alat berat sudah disiagakan untuk membuka akses yang tertutup material lumpur dan puing.
Wawako Turun ke Lokasi: “Tidak Ada Waktu Menunggu”
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra turun langsung ke lokasi meninjau kondisi bersama unsur Forkopimda. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa seluruh personel diminta bergerak cepat dan terkoordinasi.
“Tidak ada waktu menunggu. Semua potensi harus digerakkan. Keselamatan warga adalah prioritas tertinggi. Lakukan yang terbaik, lakukan secepatnya, dan tetap berhati-hati,” tegasnya.
Allex juga mengimbau masyarakat menghindari perbukitan, bantaran sungai, dan titik rawan bencana. “Tetap waspada. Warga yang masih terisolasi akan kami evakuasi bertahap begitu kondisi memungkinkan.”
Pengungsian Dibuka, Logistik Mulai Mengalir.
Pemko Padang Panjang melalui Dinas Sosial telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian. Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, dan layanan kesehatan mulai didistribusikan sambil menunggu akses utama kembali dapat dilalui.
Sementara itu, BPBD mengungkapkan bahwa curah hujan ekstrem selama sepekan terakhir telah mencapai kategori hidrometeorologi berat, dengan intensitas lebih dari 250 mm per hari di beberapa wilayah. Kondisi ini diperparah angin kencang berkecepatan 40–60 km/jam, yang meningkatkan potensi banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang.
Pencarian Masih Berlangsung
Hingga malam ini, upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Pemerintah Kota memastikan seluruh langkah darurat ditempuh untuk menyelamatkan warga serta meminimalisir dampak lanjutan dari bencana besar ini.

Posting Komentar