![]() |
| Ilustrasi sumur bor |
PADANG, senandungkabar.com – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau dengan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Melalui pembangunan dan penyebaran sumur bor di sejumlah wilayah rawan kekeringan, Pemko Padang menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ketahanan air warga.
Langkah ini dilakukan secara kolaboratif lintas perangkat daerah guna menjawab keluhan masyarakat terkait keterbatasan pasokan air bersih. Program tersebut menjadi solusi jangka pendek sekaligus strategi berkelanjutan untuk memperkuat sistem ketahanan air di Kota Padang.
Baca Juga : Mobil Brio Terbakar Hebat di Jalur Padat Adinegoro Padang, Sopir Kabur dari Lokasi
Baca Juga : Kisah Menggetarkan dari Padang: Syeckh Muhammad Alif Tempuh Haji dengan Berjalan Kaki
Beberapa titik yang menjadi lokasi pembangunan dan penyediaan sumur bor tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya:
Kecamatan Koto Tangah
Batang Kabung Ganting (Mesjid Alfi Syahrin RW 004, Komplek Singgalang Balai Warga RW 005, Komplek Mutiara Putih RT 002 RW 009/Kantor Lurah, Komplek Jihad I RW 10 di Balai Warga, Komplek Lubuk Gading V RW 012, Komplek Mutiara Putih/Mesjid Nurul Istiqlal RW 014)
Lubuk Minturun Sungai Lareh (Perumahan Safa Marwa, Perumahan Korem RW 09, Komplek Bumi Lareh Permai)
Batipuh Panjang (Komplek Griya Anak Air Permai)
Parupuk Tabing (Komplek Jondul 1 RW 16)
Tabing (Mesjid Ar Raudah)
Kecamatan Kuranji
Kantor Lurah Kuranji
Mesjid An Nur
Kecamatan Nanggalo
Sumur Bor Posyandu Melati, Surau Gadang
Mesjid Alhijriyah Jalan Padang Pariaman
Kecamatan Pauh
Kapalo Koto (Titik Huntara 1)
Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama di wilayah yang selama ini mengalami kendala distribusi air bersih.
Baca Juga : Tenggat Habis, Pemprov Sumbar Pastikan Bongkar Paksa Hotel Ilegal di Lembah Anai
Baca Juga : Sawah Ambles Jadi Sinkhole Sedalam 20 Meter, Warga Limapuluh Kota Geger
Pemko Padang menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan demi menjaga kualitas hidup serta kesejahteraan warga.
“Bersama, kita hadapi kekeringan dengan aksi nyata,” demikian semangat yang diusung dalam program tersebut.
